Friday, January 2, 2015

KISAH NABI ADAM

KISAH NABI ADAM. AS

Asal Mula Langit Dan Bumi
Sebelum N.Adam diciptakan, Allah menciptakan Alam Semesta beserta isinya. Langit dan bumi oleh Allah diciptakan dalam waktu 6hari atau masa. Sedangkan 1hari atau masa disisi Tuhan sama dengan seribu tahun menurutperhitungan manusia. Allah Maha Kuasa apabila menghendaki sesuatu cukup berfirman, “Kun”(jadilah !) maka jadilah apa yang dinginkanNya.
Asal Mula Malaikat
Sesudah menciptakan langit & bumi maka Allah menciptakan makhluk yang bernama malaikat.  Malaikat dibuat dari Nur/cahaya. Malaikat diciptakan sebagai makhluk yang tunduk patuh senantiasa berbakti kepada-Nya.
Malaikat tdk mempunyai nafsu, tidak makan & tidak tidur, tidak melakukan prbuatan dosa. Tidak berjenis kelamin laki” atau perempuan & mempunyai alam tersendiri yaitu, alam ghaib yg tidak dapat dilihat manusia.
Jin dan Iblis
Jin dan iblis diciptakan dari api. Ia mempunyai jenis kelamin laki” danperempuan. Jin ada yg patuh dan ada yg ingkar kepada Allah. Iblis dan keturunannya adalah makhluk yg sangat durhaka & jahat. Pekerjaan iblis dan setan adalah menggoda manusia agar tersesat & jatuh dalam lembah dosa.
Asal Mula Nabi Adam AS
Sesudah langit dan bumi, maalaikat, jin dan iblis diciptakan. Maka Allah hendak menciptakn makhluk yg akan diperintah, utk mengelolah bumi, yait Malaikat. Untuk melenyapkan kekuatiran para malaikat itu, kemudian berfirman, “Allah Mengetahui atas segala sesuatu”.
Allah kemudian menciptakan Adam  dari tanah liat & lumpur hitam. Setelah terbentuk kemudian dimasukkan roh ke dalamnya. Adam pun kemudian hidup dan bisa berdiri tegak. Alla kemudian memerintahkan para malaikat utk bersujud kepada Adam. Hanya iblis yg tidak mau bersujud. Allah bertanya, “apakah yg membuat engkau tidak mau bersujud kepada Adam?”. Kemudian iblis menjawab, “saya lebih baik dari Adam. Engkau ciptakan saya dari api sedang Adam hanya dari segumpal tanah”.
Allah murka m.endengar jawaban iblis, “Hai Iblis keluarlah engkau dari surga. Sungguh tidak patut kau tinggal disini lagi & terkutuklah engkau selama-lamanya”. Iblis kemudian bersunpah, “Ya, Tuhan karena engkau tlah menghukum saya sbg yg tersesat, maka saya akan menghalang-halangi Adam & keturunannya dan jalan-Mu yg lurus. Saya akan mendatangi mereka dari muka bumi dan belakang dari”.
Berfirmanlah Allah kepada malaikat, “ sebutkanlah kepada-Ku nama” benda itu!”
“Maha Suci Engkau ya Allah. Tidak ada yg kami ketahui selain apa yg engkau ajarkan. Hanya engkaulah yg mengetahi segala-galanya”kata malaikat.
“Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama benda itu!”firman Allah.
Adam kemudian menjawab nama benda” yg diketahnya. Para malaikat kagum, dan mereka member hormat.
Diciptakan Ibu Umat Manusia
Adam merasa kesepian krna tak punya teman/pasangan. Rasa sepi dan sedih membuatnya leti. Adam pun tertidur dibawah pohon yg teduh.Allah Maha Mengtahui, ia tau apa yg adam inginkan. Selagi Adam tidur Allah meniptakan manusia lagi yg diambil dari tulang rusuk Adam, dan manusia itu adalah seorang wanita yg diberi nama Hawa.
Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi
Allah Maha Pengasih dan Maha Pengampun Taubat Adam dan Hawa diterima, keduanya diampuni Allah. Tetapi atas kesalahan itu mereka harus keluar dari surge yg penuh kenikmatan.ini sudah sesuai kehendak Allah yg menciptakan manusia sbg khalifah bumi, sbg penghuni & pengatur planet bumi. Demikianlah, Adam dan Hawa harus turun dari surga. Sewaktu diturunkan ke bumi keduanya terpisah, Adam diturunkan di Tanah Hindia sedangkan Hawa di Tanah Arab.
Di Bumi mereka harus menghadapi tantangan berat untuk mempertahankan kehiidupan. Wajah bumi yg belum tersentuh manusia keadaannya enyeramkan. Untuk melindungi tubuhnya dari hawa dingin dan sengatan serangga, mereka memakai kuit binatang sbg pakaiannya.
Setelah betahun-tahun akhirnya mereka berteu di Padang ARAFFAH seelah saling mencari selama 40 tahun. Betapa terharunya Adam melihat keadaan istrinya yg telah kepayahan. Kini mulailah babak baru bagi kehidupan cikal  anak manusia.mereka tinggal di Goa yg besar & lebar. Tantangan alam yg keras telah menggerakkan akal pikiran Adam agar dapat mempertahankan kehidupan dgn keadaan yg lebih baik.
Kisah Qabil dan Habil
Waktu terus berlalu. Pda tahun pertama sejak mereka dipertemukan Hawa melahirkan sepasang anak kembar, lelaki & perempuan. Si lelaki brnamma Qabil, yg perempuan bernama Iqlima. Pada tahun berikutnya lahir sepasang anak kembar yaitu, Habiil & Labuda. Adam dan Hawa berharap ke 4 anaknya ini akan menurunkan cucu yg berkembang biak mengisi bumi.
Ketika menginjak usia dewasa Allah member petunjuk kepada Adam agar mengawinkan putra putrinya. Qabil dengan Labuda dan Iqlima dengan Habil. Namun Qabil tidak mau dikawinkan dengan Labuda krna berwajah jelek, tdk secantik adiknya. Akhirnya Qabil menerima keputusan itu. Padahal hatinya tetap tidak mau menerimanya, dan berlangsunglah perkawinan itu.
Pada suatu hari, ketika Habil menggembalakan ternaknya ditempat sepi. Jauh dari pemukiman Nabi Adam dan Hawa, tiba” tnpa setahu Habil saudaranya itu memukul kepalanya dgn keras sekali dan Habil pun mati. Inilah pembunuhan manusia yg pertama di bumi. Iblis tertawa kesenangan, ia mempunyai teman.
Pada saat Qabil kebingungan Allah member ilham melalui burung gagak. Burung gagak itu mematuk mayat Qabil dan salah satu burung itu tewas. Dan Habil menirunya, ia menggali tanah dan menguburkan mayat saudaranya itu. Akhirnya Qabil tidak berani pulang, rasa bersalah membuatnya ktakutan.
Nabi Adam dan Hawa merasa sedih atas kejadian itu, sebab beliau hanyala manusia biasa. Selama beberapa tahun ibu Hawa melahirkan putra-putri kembar, shg anak turunnya demikian banyak. Maka berkembanglah anak manusia keturunan Nabi Adam.

Setelah manusia berkembang demikian banyak, dan  Nabi Adam meninggal dunia. Banyak umat manusia yang berpaling dari kebenaran. Untuk meningatkan manusia dari kelalaian maka Allah mengutus Nabi Idris sebagaii Nabi dan Rasul.

SUNRISE :A SONG OF TWO HUMANS

SUNRISE : A SONG OF TWO HUMANS  
" ketika hati harus memlih mana yang akan dia pilih ?" 

Dikisahkan sepasang suami istri petani mengalami keretakan rumah tangga karena pihak ke-3. Si suami berselingkuh dg seorang wanita yg berpenampilan lebih modern. Kehadiran pihak ke-3 bukan hanya merusak keharmonisan rumah tangga akan tetapi merusak hidup pula kehidupan si suami. Si suami lebih banyak melamun dan menghabiskan waktunya bersama selingkuhan serta memiliki banyak hutang. Pada puncaknya selingkuhannya menghasut sang suami untuk membunuh istrinya serta menjual tanahnya untuk kemudian pindah ke kota bersama selingkuhannya. Si suami yg sedang dimabuk cinta berhasil dihasut oleh selingkuhannya meski dalam hati kecilnya ia masih mencintai istrinya.


                                          



Dibuatlah rencana sedemikian rupa untuk membunuh istrinya. Sang istri begitu senang ketika suaminya mengajaknya untuk pergi berlibur dg perahu padahal suaminya berniat menceburkan istrinya dan membuatnya tampak seperti kecelakaan. Tiba waktunya si suami untuk membunuhnya. Si istri yg mencium gelagak yg tidak baik dari suaminya hanya bisa menangis memohon ampun. Si suami segera membatalkan niatnya dan sadar bahwa ia masih mencintai suaminya. Sang istri mengambil kesempatan untuk kabur di tengah kegalauan hati suaminya. Si suami mengejar istrinya. Pengejaran berakhir di sebuah kereta yg membawa mereka menuju kota. Dg segala daya dan upaya sang suami mencoba untuk meyakinkan istrinya kalau ia masih menyayangi dirinya.


Kereta menghantarkan mereka sampai di sebuah kota. Di kota ini cinta mereka bersemi kembali. Mereka menyadari kalau mereka masih saling mencintai. Tanpa direncanakan kota menjadi tempat berlibur layaknya bulan madu pengantin baru. Meski tak dapat dipungkiri bahwa mereka berdua berasal desa. Rasa canggung dan kikuk menjadikan kota sebagai tempat baru yg membawa petualangan yg lucu, unik, sekaligus mengharukan. Simak saja kejadian mengharukan saat mereka menyaksikan prosesi pernikahan atau kejadian lucu saat mereka mengambil foto berdua. Mereka begitu menikmati setiap momen yg mereka lewati. Semua begitu indah dan menyenangkan. Apakah hidup akan selalu seperti itu? Nasib memang tidak tidak dapat ditebak. Menjalani nasib seperti mengarungi sebuah perahu di perairan yg luas, mereka tidak tahu kapan badai datang dan berakhir. 

Sebuah film bisu yang sangat bagus , meskipun tanpa suara dan teks yang jarang muncul namun penonton dapat memahami maksud dari gerakan sang pemain seperti ketika sang stri yang mengetahui gelagat aneh sang suami . Film bagus yang mengkisahkan bahwa hati akan memilih apa yang tidak dilihat oleh mata . hati dapat melihat sebuah harta bernama cinta yang tidak akan mampu menggantikan emas sekalipun

DUKA NEGERIKU 2014

HAPPY NEW YEAR 2015 . Tanggal 31 desember adalah perayaan tahun baru diseluruh dunia , detik detik menjelang pergantian tahun 2014 menuju ke 2015 . Seluruh dunia merayakan dengan meriah kecuali indonesia . Tahun ini bukanlah tahun yang cukup mengenakan bagi bangsa indonesia bencana menimpa dimana mana menjelang akhir tahun 2014, kerusuhan meraja lela . Semua elemen yang berada di bumi baik tanah , udara , air dan api menyebabkan bencana di berbagai daerah . bencana pertama datang dari Tanah longsor di daerah Banjarbaru indonesia berduka daerah ini terkena musibah tanah longsor yang meratakan rumah , sawah dan perkebunan serta menewaskan beberapa penduduk disekitar daerah tersebut , indonesia berduka . Bencana lain datang dari daerah jawa tengah , kota Solo kebakaran di pasar klewer , menyebabkan banyak pertokoan yang menjadi hangus terbakar menyebabkan kerugian berjuta juta bagi para pedagang , musibah lain datang dari bandung , banjir bandung . Jakarta jadi kota underwater sudah biasa setiap musim penghujan datang tapi banjir kali ini adalah datang dari kota kembang bandung . Bencana kembali datang dari udara , hilangnya pesawat Air Asia QZ8501 .pesawat yang membawa kurang lebih 150 penumpang dengan jadwal keberangkatan surabaya -singapura ini hilang kontak pada pukul 06.20 am hari minggu di penghujung tahun 2014 . Hilang kontak peswat ini dikarenakan adanya awan kumulonimbus yang menyebabkan pesawat menjadi bermalasah . Diperkirakan seluruh awak pesawat dan penumpang tewas hingga saat ini pencarian puing puing pesawat dan para jenazah masih terus dilakukan oleh badan BASARNAS , Indonesia kembali berduka . Tahun 2015 adalah langkah awal bagi indonesia untuk dapat lebih mengintrospeksikan diri menjadi lebih baik lagi , menjadikan indonesia lebih tegar dan kuat dalam menghadapi berbagai bencana yang dihadapi dan menjadikan indonesia lebih mengakui kebesaran akan tuhan bahwa bencana , kematian dapat datang kapan saja tanpa kita sadari .

Tuesday, December 30, 2014

PENGARUH INDIVIDU

pengaruh individu

Pengaruh individu

  Dalam perilaku konsumen banyak faktor-faktor yang mempengaruhinya, salah satunya adalah individu itu sendiri. Setiap individu yang satu dengan individu yang lain dalam mengkonsumsi suatu barang dan jasa pasti berbeda. Tetapi adakalanya seorang individu dalam mengkonsumsi suatu barang atau jasa dipengaruhi oleh individu lain sehingga individu tersebut mengikuti individu yang mempengruhinya.

 Pengaruh Individu adalah tenaga pendorong dalam diri individu yang memaksa mereka untuk bertindak . tenaga pendorong tersebut dihasilkan oleh keadaan tertekan, yang timbul sebagai akibat kebutuhan yang tidak terpenuhi. Individu secara sadar maupun tanpa sadar berjuang mengurangi melalui prilaku yang mereka harapankan akan memenuhi kebutuhan mereka dan demikian akan membebaskan mereka dari tekanan yang mereka rasakan.

Secara biografis individu memiliki karakteristik yang jelas bisa terbaca, seperti usia, jenis kelamin, status perkawinan, yang semua itu memiliki hubungan signifikan dengan produktivitas atau kinerja  dalam suatu organisasi dan merupakan isu penting dalam dekade mendatang. Dari kajian beberapa bukti riset, memunculkan kesimpulan bahwa usia tampaknya tidak memiliki hubungan dengan produktivitas. Dan para pekerja tua  yang masa kerjanya panjang akan lebih kecil kemungkinannya untuk mengundurkan diri. Demikian pula dengan karyawan yang sudah menikah, angka keabsenan menurun, angka pengunduran diri lebih rendah serta menunjukkan kepuasan kerja yang lebih tinggi daripada karyawan yang bujangan.
 
Meski manusia dapat belajar dan dapat dipengaruhi oleh lingkungan mereka, terlalu sedikit perhatian yang diberikan dalam peran yang di mainkan pada evolusi pembentukan perilaku manusia.  Para psikologi evolusioner memberitahu kita bahwa manusia pada dasarnya sudah terbentuk ketika dilahirkan. Kita lahir di dunia ini dengan sifat-sifat yang sudah mendarah daging, diasah, dan diadaptasikan terus selama jutaan tahun, yang membentuk dan membatasi perilaku kita. Psikologi evolusioner menentang pemahaman yang menyatakan bahwa manusia bebas untuk mengubah perilaku jika dilatih atau dimotivasi. Akibatnya, kita menemukan bahwa orang dalam tataran organisasi sering berperilaku dengan cara yang tampaknya tidak bermanfaat bagi diri mereka sendiri atau majikan mereka. Namun B.F. Skinner, dengan bangga menyatakan keyakinannya dalam membentuk perilaku individu dalam lingkungan, “Berikan saya seorang anak pada saat kelahirannya dan saya dapat berbuat seperti apa yang Anda inginkan”.
 
Dari teori kepribadian yang dikemukakan oleh Sigmund Freud, memberikan 3 komponen dasar perilaku individu , diantaranya adalah :

           Konsepsi Id : adalah subsistem dari kepribadian yang merupakan sumber dan menampung semua kekuatan jiwa yang menyebabkan berfungsinya suatu sistem.Libido dan Agresi adalah elemen kepribadian dari unsur Id yang berkenaan dengan kata hati, hasrat dan keinginan untuk mengejar kesenangan & kepuasan.
Konsepsi Ego : mewakili logika yang dihubungkan dengan prinsip-rinsip realitas dan merupakan subsistem yang berfungsi ganda yakni melayani sekaligus mengendalikan (penengah) dua sisi lainnya (Id & Super Ego), dengan cara berinteraksi dengan dunia atau lingkungan luar.
Konsepsi Super Ego : kekuatan moral dari personalitas yang merupakan sumber nilai, norma dan etika yang dianut seseorang dan memungkinkan ego memutuskan apakah sesuatu itu benar atau salah. Jika seseorang memiliki superego yang baik, maka orang tersebut akan memiliki tingkat kecerdasan spiritual yang tinggi.
 
MODEL PENGARUH PRIBADI
Pengaruh pribadi menurut teori bekerja dengan tiga cara yang berbeda: 
 
1. Menetes (trickle down);  
2. Arus dua langkah (two-sep flow);
3.  Interaksi banyak tahap (multistage interaction).
  1. TEORI MENETES
    Teori paling tua mengenai pengaruh pribadi menyatakan bahwa kelas bawah kerap berusaha menyamai perilaku rekan imbangan mereka dan melalui kelas yang lebih tinggi. Dengan kata lain, pengaruh dikirimkan secara vertical melalui kelas sosial, khususnya dalam mode dan gaya yang baru. Agaknya mereka yang berbeda di kelas yang lebih tinggi mengekspresikan kekayaan melalui “konsumsi yang mencolok”, dan perilaku mereka ditiru, bila mungkin, oleh mereka yang berada di dalam strata sosial yang rendah.
    Teori menetes jarang diperlihatkan dewasa ini di Negara-negara yang ekonominya maju. Alasannya adalah bahwa mode baru disebarkan dalam semalam melalui media masa dan dengan cepat ditiru atas dasar barang dagangan masal. Namun, teori ini masih terlihat di dalam ekonomi kesukuan yang belum berkembang bila akses ke media masa terbatas. Namun, di sini pun hal itu menghilang dengan cepat.
    Jenis pengaruh ini jauh lebih lazim terjadi di antara rekan sebaya. Pengaruh ini menjadi dikenal sebagai pengaruh homofilous, suatu istilah yang mengacu pada pengiriman informasi di antara orang yang sama dalam kelas sosial, usia, pendidikan, dan kerakteristik demografi lain.
  2. ARUS DUA LANGKAP ada tahun 1948, Lazarsfeld dan para koleganya mengamati bahwa gagasan baru dan pengaruh lain mengalir dari media massa menuju pemberi pengaruh yang pada gilirannya, meneruskannya secara lisan kepada orang lain yang lebih pasif dalam mencari informasi dan jauh lebih sedikit terpapar pada media masa dan sumber lain.

    Walaupun model ini merupakan terobosan bersejarah untuk masanya, sekarannng ada banyak alasan untuk mempertanyakan keakuratannya. Alasan utamanya adalah khalayak tidak sepasif yang diasumsikan teori tersebut. Pertama, dampak jelas bahwa media masa memiliki dampak yang menyebar luas yang tidak terbatas pada pemberi pengaruh. Selain itu, inisiatif tidak harus terletak pada pemberi pengaruh, seperti yang diasumsikan oleh teori tersebut. Komunikasi lisan sama bila tidak lebih sering diprakarsai oleh penerimaan yang mencari advis dari teman atau kerabat yang dapat dipercaya.
  3. INTERAKSI BANYAK TETAP
    Penetilian ekstensif mengenai penyebaran inovasi sebagian besar membatalkan keabsahan model arus dua langkah dengan memperlihatkan bahwa baik pemberi pengaruh maupun pencari dipengaruhi oleh media massa. Sesungguhnya, media massa dapat memotivasi pencari untuk mengancangi seseorang yang lain untuk mendapatkan advis dan bukan sebaliknya. Pemberi pengaruh jarang bertindak sebagai perantara bagi arus isi media massa, sebagaimana yang diasumsikan oleh teori dua langkah.
    Pada suatu masa diterima bahwa pemasang iklan dan pembujuk komersial lain akan mencapai dampak terbesar dengan berkonsentrasi hanya pada orang yang memberi pengaruh. Tentu saja ada asumsi bahwa mereka akan meneruskan apa yang mereka ketahui dari media bersangkutan. Pengertian mutakhir memperlihatkan bahwa baik pemberi pengaruh maupun pencari adalah target yang sah.
     
     PENGARUH LISAN
     
    Konsumen kerap berpaling kepada orang lain, khususnya teman dan anggota keluarga, untuk meminta pendapat mengenai produk dan jasa. Pengiriman informasi ini diacu sebagai pemberi pengaruh (influential). Pemberi pengaruh juga disebut pemimpin opini, tetapi lebih menghindari istilah hal ini karena konotasi bahwa pengirim informasi mempunyai posisi dominan atas apa yang disebut “pengikut”. Seperti akan dilihat, pengaruh lisan biasanya ridak diekspresikan di dalam pola hierarki seperti ini. Kapan konsumen paling mungkin menerima dan berespons terhadap komunikasi lisan? Berdasarkan penelitian selama lebih dari 30 tahun, adalah aman untuk menyimpulkan bahwa pengaruh pribadi di dalam bentuk kepemimpinan opini paling mungkin terjadi ketika satu atau lebih dari kondisi dan situasi ini ada : 
     
    1. Konsumen tidak mempunyai informasi yang cukup untuk membuat pilihan yang  terinformasi secara memadai.  
    2. Produknya kompleks dan sulit untuk dievaluasi dengan mengunakan kriteria yang objektif. Oleh karena itu, pengalaman orang lain berfungsi sebagai “percobaan yang seolah dilakukan sendiri”.  
    3. Orang bersangkutan tidak mempunyai kemampuan untuk mengevaluasi produk atau jasa, tidak peduli bagaimana informasi tersebut disebarkan dan disajikan. 
    4. Sumber lain dirasakan mempunyai kredibilitas rendah.  
    5. Orang yang berpengaruh lebih mudah diakses daripada sumber lain dan dengan demikian dapat diajak berkonsultasi dengan menghemat waktu dan tenaga.  
    6. Pertalian sosial yang kuat ada di antara pengiriman dan penerimaan. 
    7. Individu bersangkutan mempunyai kebutuhan yang tinggi akan persetujuan sosial.
     
     
    DAMPAK KOMUNIKASI LISAN
    Berikut ini adalah apa yang kami ketahui mengenai efek pengaruh pribadi pada perilaku konsumen : 
     
    1. Perbandingan dengan media lain. 
    2. Percakapan yang diprakarsai oleh sumber versus pencarian. 
    3. Informasi positif versus negatif.
    4.  Informasi verbal versus visual

 SUMBER : http://handikaa.blogspot.com/2012/12/pengaruh-individu.html

PENGARUH KELAS SOSIAL DAN STATUS

PENGARUH KELAS SOSIAL DAN STATUS

Didalam kehidupan bermasyarakat, kita bisa melihat perbedaan-perbedaan kehidupan disekitar kita. Kita dapat mengamati antara orang yang berkedudukan tinggi dan ada pula orang yang berkehidupan biasa dan yang miskin. Tidak hanya itu yang dapat kita amati akan tetapi dari perbedaan agama, suku,ras dll juga dapat membedakan satu dengan yang lain. Itu juga bisa diartikan dengan berdasarkan kelas sosial atau golongan sosial masing-masing masyarakat.
Disini yang dimaksud dengan kelas sosial adalah pembagian anggota masyarakat ke dalam suatu hierarki status kelas yang berbeda, sehingga para anggota setiap kelas secara relatif mempunyai status yang sama dan para anggota kelas lainnya mempunyai status yang lebih tinggi atau lebih rendah” dalam kata lain dimana antara yang kaya dan miskin. Adapun menurut Barger adalah stratifikasi sosial menurut ekonomi.
Sedangkan yang dimaksud dengan status sosial adalah posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial atau kelompok masyarakat berkaitan dengan hak dan kewajibannya. Adapun menurut Ralph Linton adalah  sekumpulan hak dan kewajian yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya. Jadi orang yang memiliki status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan dengan orang yang status sosialnya rendah.

A.Pembangian kelas sosial terbagi 3:
a. Berdasarkan status ekonomi
- Menurut  Aristoteles kelas sosial dibagi menjadi :
a. Golongan sangat kaya
            b. Golongan kaya
            c. Golongan miskin
- Menurut Karl Mark kelas sosial dibagi menjadi :
a. Golongan kapitalis
            b. Golongan menengah
            c. Golongan proletar
b. Berdasarkan status sosial adalah adanya perbedaan pada penghormatan dan status mereka. Misalnya kasta pada masyarakat Bali. Marga pada masyarakat Batak dll.
c. Berdasarkan status politik adalah perbedaan karena wewenang dan kekuasaan yaitu:
            a. eksekutif
            b. legislatif
            c. yudikatif

B. Cara memperoleh status
disini ada 3 cara untuk memperoleh status diantaranya:
1. ascribed status : diberikan sejak lahir (jenis kelamin, gelar kebangsawanan, keturunan).
2. achived status : diperoleh karena usaha (gelar sarjana, dokter, pendidikan dll).
3. assigned status : diperoleh karena penghargaan (penghargaan Kalpataru).

C. Akibat adanya status sosial dan kelas sosial
Karena disini terjadi perbedaan pada status sosial masing-masing masyarakat maka timbulah konflik diantara mereka. Konflik-konflik tersebut dapat digolongkan menjadi :
1. Konflik yang bersifat individu
Terjadi pada batin diri sendiri. Ini tejadi untuk menentukn pilihan, misalnya apakah dia ingin menjadi ibu rumah tangga atau memutuskan untuk menjadi wanita karir.
2. Konflik yang bersifat antar individu
Terjadi antara individu satu dengan yang lain. Misalnya, konflik yang terjadi dalam rumah tangga dalam hal perebutan warisan.
3. Konflik yang bersifat antar kelompok
Terjadi antara kelompok satu dengan yang lain.

·         Pengaruh dari adanya kelas sosial terlihat dari pemenuhan kebutuhan sehari-hari, baik kebutuhan primer, sekunder ataupun tersier. Untuk masyarakat dengan kelas sosial yang tinggi maka mereka akan membeli kebutuhannya dengan harga yang cukup mahal dibandingkan dengan masyarakat yang berkelas menengah dan rendah.

Jadi setiap individu dalam masyarakat memiliki status sosialnya masing-masing. Status merupakan perwujudan atau pencerminan dari hak dan kewajiban individu dalam tingkah lakunya. Status sosial sering pula disebut sebagai kedudukan atau posisi, peringkat seseorang dalam kelompok masyarakatnya.

Sumber 
http://retno9293.blogspot.com/2012/10/pengaruh-kelas-sosial-dan-status-sosial.html

PENGARUH BUDAYA TERHADAP PEMBELIAN DAN KONSUMSI

PENGARUH BUDAYA TERHADAP PEMBELIAN DAN KONSUMSI




Masyarakat modern adalah masyarakat konsumtif. Masyarakat yang terus menerus berkonsumsi. Namun konsumsi yang dilakukan bukan lagi hanya sekedar kegiatan yang berasal dari produksi. Konsumsi tidak lagi sekedar kegiatan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar dan fungsional manusia. Konsumsi telah menjadi budaya, budaya konsumsi. Sistem masyarakat pun telah berubah, dan yang ada kini adalah masyarakat konsumen, yang mana kebijakan dan aturan-aturan sosial masyarakat sangat dipengaruhi oleh kebijakan pasar.

Fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat konsumen, juga sangat diwarnai dengan kegempitaan kegiatan konsumsi. Bagi masyarakat konsumen, saat ini  hampir tidak ada ruang dan waktu tersisa untuk menghindari diri dari serbuan berbagai informasi yang berurusan dengan kegiatan konsumsi. Di rumah, di kantor atau di kampus, kita tak henti-henti disodori berbagai informasi yang menstimulasi konsumsi melalui iklan di tv, koran maupun majalah-majalah. Di jalan, selain terus melewati pertokoan dan pusat perbelanjaan, kita juga terus dihadapkan dengan pemandangan attraktif dari promosi media luar ruang yang menghiasi jalan-jalan dan berbagai sudut strategis kota.

Fenomena masyarakat konsumsi tersebut, yang telah melanda sebagian besar wilayah didunia, saat ini juga sudah terjadi pada masyarakat Indonesia, utamanya pada masyarakat perkotaan. Menurut Yasraf Amir Piliang, fenomena yang menonjol dalam masyarakat Indonesia saat ini, yang menyertai kemajuan ekonomi adalah berkembangnya budaya konsumsi yang ditandai dengan berkembangnya gaya hidup. Berbagai gaya hidup yang terlahir dari kegiatan konsumsi semakin beragam pada masyarakat perkotaan Indonesia, terutama Jakarta. Nge-mall, clubbing, fitness, nge-wine, hang out di cafe adalah beberapa contoh gaya hidup yang nampak menonjol saat ini. Semua aktifitas tersebut adalah perwujudan dari hingar bingar konsumsi.
Berkembangnya gaya hidup masyarakat perkotaan tersebut, satu sisi bisa menjadi pertanda positif meningkatnya kesejahteraan hidup masyarakat kota. Yang mana peningkatan kegiatan konsumsi dipandang sebagai efek dari naiknya penghasilan dan taraf hidup masyarakat. Namun disisi lain, fenomena tersebut juga bisa dikatakan sebagai pertanda kemunduran rasionalitas masyarakat, yang mana konsumsi dianggap sebagai penyakit yang menggerogoti jiwa dan pikiran masyarakat. Konsumsi menjadi orientasi hidup bagi sebagian masyarakat, sehingga setiap aktifitas yang dilakukannya didasari karena kebutuhan berkonsumsi. Oleh karena itu, banyak pihak yang menyalahkan rasionalitas konsumsi sebagai faktor yang menyebabkan hilangnya kritisme masyarakat terhadap berbagai hal yang vital bagi kehidupan, kebijakan pemerintah maupun fenomena hidup lainnya.

Banyak hal yang bisa dibahas mengenai konsumsi. Meskipun demikian, ada beberapa fakta yang tetap tak terbantahkan, yaitu bahwa: Pertama, kita selalu terikat dengan kegiatan konsumsi. Kedua, secara fisik kita hanya bisa bertahan melalui konsumsi. Ketiga, dalam semua hal, kita semua adalah konsumen.

Meskipun memang konsumsi adalah aktifitas kita yang tak terelakkan, namun ada beberapa perkembangan luar biasa yang harus kita waspadai berkenaan dengan aktifitas tersebut. Terutama tentang terbentuknya suatu bentuk kehidupan sosial baru yang menjadikan konsumsi sebagai pusatnya, sehingga kemudian justru muncul banyak masalah yang semakin nyata dan meresahkan bagi kita semua. Perkembangan yang luar biasa ini menekankan pembedaan  antara keperluan-keperluan untuk bertahan hidup bagi manusia dan perkembangan suatu ideologi yang berdasar pada konsumerisme.

Pengertian Kebudayaan
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.

Definisi budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.

Pengaruh Kebudayaan Terhadap Perilaku Konsumen
Pengertian perilaku konsumen menurut Shiffman dan Kanuk (2000) adalah perilaku yang diperhatikan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan mengabaikan produk, jasa, atau ide yang diharapkan dapat memuaskan konsumen untuk dapat memuaskan kebutuhannya dengan mengkonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan.
Selain itu perilaku konsumen menurut Loudon dan Della Bitta (1993)
adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individu-individu yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa.
Menurut Ebert dan Griffin (1995) consumer behavior dijelaskan sebagai upaya konsumen untuk membuat keputusan tentang suatu produk yang dibeli dan dikonsumsi.

MODEL PERILAKU KONSUMEN
Konsumen mengambil banyak macam keputusan membeli setiap hari. Kebanyakan perusahaan besar meneliti keputusan membeli konsumen secara amat rinci untuk menjawab pertanyaan mengenai apa yang dibeli konsumen, dimana mereka membeli, bagaimana dan berapa banyak mereka membeli, serta mengapa mereka membeli.

Pertanyaan sentral bagi pemasar: Bagaimana konsumen memberikan respon terhadap berbagai usaha pemasaran yang dilancarkan perusahaan? Perusahaan benar−benar memahami bagaimana konsumen akan memberi responterhadap sifat-sifat produk, harga dan daya tarik iklan yang berbeda mempunyai keunggulan besar atas pesaing.

FAKTOR BUDAYA
Faktor budaya memberikan pengaruh paling luas dan dalam pada perilaku konsumen. Pengiklan harus mengetahui peranan yang dimainkan oleh budaya, subbudaya dan kelas social pembeli. Budaya adalah penyebab paling mendasar dari keinginan dan perilaku seseorang.
Budaya merupakan kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan perilaku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya. Setiap kebudayaan terdiri dari sub-budaya – sub-budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk para anggotanya. Sub-budaya dapat dibedakan menjadi empat jenis: kelompok nasionalisme, kelompok keagamaan, kelompok ras, area geografis. Banyak subbudaya membentuk segmen pasar penting dan pemasar seringkali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Kelas-kelas sosial adalah masyarakat yang relatif permanen dan bertahan lama dalam suatu masyarakat, yang tersusun secara hierarki dan keanggotaannya mempunyai nilai, minat dan perilaku yang serupa. Kelas sosial bukan ditentukan oleh satu faktor tunggal, seperti pendapatan, tetapi diukur dari kombinasi pendapatan, pekerjaan, pendidikan, kekayaan dan variable lain.

• Pengaruh Budaya Yang Tidak Disadari
Dengan adanya kebudayaan, perilaku konsumen mengalami perubahan. Dengan memahami beberapa bentuk budaya dari masyarakat, dapat membantu pemasar dalam memprediksi penerimaan konsumen terhadap suatu produk. Pengaruh budaya dapat mempengaruhi masyarakat secara tidak sadar. Pengaruh budaya sangat alami dan otomatis sehingga pengaruhnya terhadap perilaku sering diterima begitu saja. Ketika kita ditanya kenapa kita melakukan sesuatu, kita akan otomatis menjawab, “ya karena memang sudah seharusnya seperti itu”. Jawaban itu sudah berupa jawaban otomatis yang memperlihatkan pengaruh budaya dalam perilaku kita. Barulah ketika seseorang berhadapan dengan masyarakat yang memiliki budaya, nilai dan kepercayaan yang berbeda dengan mereka, lalu baru menyadari bahwa budaya telah membentuk perilaku seseorang. Kemudian akan muncul apresiasi terhadap budaya yang dimiliki bila seseorang dihadapan dengan budaya yang berbeda. Misalnya, di budaya yang membiasakan masyarakatnya menggosok gigi dua kali sehari dengan pasta gigi akan merasa bahwa hal itu merupakan kebiasaan yang baik bila dibandingkan dengan budaya yang tidak mengajarkan masyarakatnya menggosok gigi dua kali sehari. Jadi, konsumen melihat diri mereka sendiri dan bereaksi terhadap lingkungan mereka berdasarkan latar belakang kebudayaan yang mereka miliki. Dan, setiap individu akan mempersepsi dunia dengan kacamata budaya mereka sendiri.

• Pengaruh Budaya dapat Memuaskan Kebutuhan
Budaya yang ada di masyarakat dapat memuaskan kebutuhan masyarakat. Budaya dalam suatu produk yang memberikan petunjuk, dan pedoman dalam menyelesaikan masalah dengan menyediakan metode “Coba dan buktikan” dalam memuaskan kebutuhan fisiologis, personal dan sosial. Misalnya dengan adanya budaya yang memberikan peraturan dan standar mengenai kapan waktu kita makan, dan apa yang harus dimakan tiap waktu seseorang pada waktu makan. Begitu juga hal yang sama yang akan dilakukan konsumen misalnya sewaktu mengkonsumsi makanan olahan dan suatu obat.

•  Pengaruh Budaya dapat Dipelajari
Budaya dapat dipelajari sejak seseorang sewaktu masih kecil, yang memungkinkan seseorang mulai mendapat nilai-nilai kepercayaan dan kebiasaan dari lingkungan yang kemudian membentuk budaya seseorang. Berbagai macam cara budaya dapat dipelajari. Seperti yang diketahui secara umum yaitu misalnya ketika orang dewasa dan rekannya yang lebih tua mengajari anggota keluarganya yang lebih muda mengenai cara berperilaku. Ada juga misalnya seorang anak belajar dengan meniru perilaku keluarganya, teman atau pahlawan di televisi. Begitu juga dalam dunia industri, perusahaan periklanan cenderung memilih cara pembelajaran secara informal dengan memberikan model untuk ditiru masyarakat. Misalnya dengan adanya pengulangan iklan akan dapat membuat nilai suatu produk dan pembentukan kepercayaan dalam diri masyarakat. Seperti biasanya iklan sebuah produk akan berupaya mengulang kembali akan iklan suatu produk yang dapat menjadi keuntungan dan kelebihan dari produk itu sendiri. Iklan itu tidak hanya mampu mempengaruhi persepsi sesaat konsumen mengenai keuntungan dari suatu produk, namun dapat juga memepengaruhi persepsi generasi mendatang mengenai keuntungan yang akan didapat dari suatu kategori produk tertentu.

• Pengaruh Budaya yang Berupa Tradisi
Tradisi adalah aktivitas yang bersifat simbolis yang merupakan serangkaian langkah-langkah (berbagai perilaku) yang muncul dalam rangkaian yang pasti dan terjadi berulang-ulang. Tradisi yang disampaikan selama kehidupan manusia, dari lahir hingga mati. Hal ini bisa jadi sangat bersifat umum. Hal yang penting dari tradisi ini untuk para pemasar adalah fakta bahwa tradisi cenderung masih berpengaruh terhadap masyarakat yang menganutnya. Misalnya yaitu natal, yang selalu berhubungan dengan pohon cemara. Dan untuk tradisi-tradisi misalnya pernikahan, akan membutuhkan perhiasan-perhiasan sebagai perlengkapan acara tersebut.

Budaya dan konsumsi
Produk mempunyai fungsi, bentuk dan arti . Ketika konsumen membeli suatu produk mereka berharap produk tersebut menjalankan fungsi sesuai harapannya, dan konsumen terus membelinya hanya bila harapan mereka dapat dipenuhi dengan baik. Namun, bukan hanya fungsi yang menentukan keberhasilan produk . Produk juga harus memenuhi harapan tentang norma, misalnya persyaratan nutrisi dalam makanan, crispy (renyah) untuk makanan yang digoreng,   makanan harus panas untuk ‘steak hot plate’ atau dingin untuk ‘ agar-agar pencuci mulut’.Seringkali produk juga didukung dengan bentuk tertentu untuk menekankan simbol fungsi seperti ‘ kristal biru’ pada detergen untuk pakaian menjadi lebih putih. Produk juga memberi simbol makna dalam masyarakat misal “ bayam” diasosiasikan dengan kekuatan dalam film Popeye atau makanan juga dapat disimbolkan sebagai hubungan keluarga yang erat sehingga resep turun temurun keluarga menjadi andalan dalam memasak, misal iklan Sasa atau Ajinomoto. Produk dapat menjadi simbol dalam masyarakat untuk menjadi ikon dalam ibadat agama.

Budaya merupakan sesuatu yang perlu dipelajari, karena konsumen tidak dilahirkan spontan mengenai nilai atau norma kehidupan sosial mereka, tetapi mereka harus belajar tentang apa yang diterima dari keluarga dan teman-temannya. Anak menerima nilai dalam perilaku mereka dari orang tua , guru dan teman-teman di lingkungan mereka. Namun dengan kemajuan zaman yang sekarang ini banyak produk diarahkan pada kepraktisan, misal anak-anak sekarang lebih suka makanan siap saji seperti Chicken Nugget, Sossis, dan lain-lainnya karena kemudahan dalam terutama bagi wanita yang bekerja dan tidak memiliki waktu banyak untuk mengolah makanan.

Kebudayaan juga mengimplikasikan sebuah cara hidup yang dipelajari dan diwariskan, misalnya anak yang dibesarkan dalam nilai budaya di Indonesia harus hormat pada orang yang lebih tua, makan sambil duduk dsb. Sedangkan di Amerika lebih berorientasi pada budaya yang mengacu pada nilai-nilai di Amerika seperti kepraktisan, individualisme, dsb.

Budaya berkembang karena kita hidup bersama orang lain di masyarakat. Hidup dengan orang lain menimbulkan kebutuhan untuk menentukan perilaku apa saja yang dapat diterima semua anggota kelompok. Norma budaya dilandasi oleh nilai-nilai, keyakinan dan sikap yang dipegang oleh anggota kelompok masyarakat tertentu. Sistem nilai mempunyai dampak dalam perilaku membeli, misalnya orang yang memperhatikan masalah kesehatan akan membeli makanan yang tidak mengandung bahan yang merugikan kesehatannya.

Nilai memberi arah pengembangan norma, proses yang dijalani dalam mempelajari nilai dan norma disebut ”sosialisasi atau enkulturasi”. Enkulturasi menyebabkan budaya masyarakat tertentu akan bergerak dinamis mengikuti perkembangan zaman. Sebaliknya, bila masyarakat cenderung sulit menerima hal-hal baru dalam masyarakat dengan mempertahankan budaya lama disebut Accultiration.

Budaya pada gilirannya akan mempengaruhi pengembangan dalam implikasi pemasaran seperti perencanaan produk, promosi ,distribusi dan penetapan harga. Untuk mengembangkan strategi yang efektif pemasar perlu mengidentifikasi aspek-aspek penting kebudayaan dan memahami bagaimana mereka mempengaruhi konsumen. Sebagaimana strategi dalam penciptaan ragam produk, segmentasi pasar dan promosi yang dapat disesuaikan dengan budaya masyarakat.

Beberapa perubahan pemasaran yag dapat mempengaruhi kebudayaan, seperti :
1. Tekanan pada kualitas
2. Peranan wanita yang berubah
3. Perubahan kehidupan keluarga
4. Sikap yang berubah terhadap kerja dan kesenangan
5. Waktu senggang yang meningkat
6. Pembelian secara impulsif
7. Hasrat akan kenyamanan

Sumber :

PENGARUH SIKAP DAN PERILAKU

Pengaruh sikap dan perilaku


PENGERTIAN SIKAP

Sikap adalah perilaku seseorang atau dapat diartikan sebagai penampilan dari tingkahlaku seseorang yang cenderung ke arah penilaian dari masyarakat berdasarkan norma yangberlaku di masyarakat tersebut.

Gagne (1974) mengatakan bahwa sikap merupakan suatu keadaan internal (internalstate) yang mempengaruhi pilihan tidakan individu terhadap beberapa obyek, pribadi, danperistiwa. Masih banyak lagi definisi sikap yang lain, sebenarnya agak berlainan, akan tetapikeragaman pengertian tersebut disebabkan oleh sudut pandang dari penulis yang berbeda.Namun demikian, jika dicermati hampir semua batasan sikap memiliki kesamaan padang,bahwa sikap merupakan suatu keadaan internal atau keadaan yang masih ada dalam darimanusia. Keadaan internal tersebut berupa keyakinan yang diperoleh dari proses akomodasidan asimilasi pengetahuan yang mereka dapatkan, sebagaimana pendapat Piaget’s tentangproses perkembangan kognitif manusia (Wadworth, 1971).
Secord and Bacman (1964) membagi sikap menjadi tiga komponen yaitu :

a.      Komponen kognitif, adalah komponen yang terdiri dari pengetahuan Pengetahuaninilah yang akan membentuk keyakinan dan pendapat tertentu tentang objek sikap.

b.      Komponen afektif, adalah komponen yang berhubungannya dengan perasaan senangatau tidak senang, sehingga bersifat evaluatif. Komponen ini erat hubungannyadengan sistem nilai yang dianut pemilik sikap.

c.       Komponen konatif, adalah komponen sikap yang berupa kesiapan seseorang untuk berperilaku yang berhubungan dengan objek sikap.

PENGERTIAN PERILAKU

Perilaku adalah respon individu atau kelompok terhadap lingkungan. Dalam fisiologi,perilaku manusia merupakan bagian penting dari perubahan fisik yang menitikberatkan padasifat dan karakteristik yang khas dari organ-organ atau sel-sel yang ada dalam tubuh. Dalamkacamata ilmu sosial, perilaku atau perbuatan manusia merupakan manifestasi terhadap pola-pola hubungan, dinamika, perubahan dan interaksi yang menitikberatkan pada masyarakat dan kelompok sosial sebagai satu kesatuan, serta melihat individu sebagai bagian darikelompok masyarakat (keluarga, kelompok sosial, kerabat, klien, suku, ras, bangsa). Diantara dua kelompok ilmu pengetahuan ini berdiri psikologi, yang membidangi individudengan segala bentuk aktivitasnya, perbuatan, perilaku dan kerja selama hidupnya. Kerangkaanalisis fisiologi memberikan penjelasan mengenai macam-macam tingkah laku lahiriah,yang  sifatnya  jasmani.  Sedangkan  manusia  merupakan  satu  totalitas  jasmani-rohani.Psikologi mempelajari bentuk tingkah laku (perbuatan, aktivitas)
Individu dalam relasinyadengan lingkungannya.

Sumber : http://www.scribd.com/doc/49763302/Pengertian-Sikap-dan-Perilaku
sumber : http://yesamartha.blogspot.com/2012/10/pengaruh-sikap-dan-perilaku.html